Rabu, 03 April 2013

Bukan Mancing Mania, Hanya Gembira Ria

bukan mancing mania, hanya gembira ria
kegembiraan yang sulit dilukiskan

Akhirnya kemarin lusa terlaksana juga agenda yang telah direncanakan sejak tiga bulan lalu itu, sudah sangat lama saya ndak pernah lagi memancing ikan, kalau ndak salah terakhir kali melakukannya di pelabuhan Sedayulawas tahun 1999, saat pagi-pagi sekali habis sholat subuh, bahkan jama'ah masjid pun belum bubaran.

Saya sebenarnya sama sekali ndak hobi dengan aktivitas ini, saat itu ndak tahu bigimana ceritanya bapak saya kok tiba-tiba beli pancingan yang ada kumparannya, mungkin ada hubungannya dengan bertambah panjangnya dermaga pelabuhan oleh pembangunan pemerintah sehingga semakin menjorok ke laut, pelabuhan ini yang kata mbah saya merupakan saksi terbunuhnya 12 awak rombongan Cornelius de Houtman, ekspedisi pertama bangsa Belanda ke Nusantara dan tempat mendaratnya kapal-kapal Kubilai Khan saat menyerbu Jawa menyimpan potensi untuk dijadikan obyek wisata.

Lupakan kenangan itu, kembali ke hari minggu yang lalu saat saya memancing di tambak di daerah Turi, Lamongan, milik sahabat saya yang pernah mencantolkan satu kresek besar berisi ikan emas, bandeng dan mujaer di handel pintu rumah saya, ini benar-benar memberikan kepuasan dan kegembirariaan tersendiri, walaupun tujuan utamanya adalah hanya sekedar mengisi hari libur.

Mancing di tambak yang dangkal airnya, kami ndak pakai pancingan berkumparan yang panjang banget talinya, kami hanya pakai pancingan dengan tali senar yang pendek dua meter, yang lebih ndak ribet dan lebih cepat nyabetnya, untuk umpannya pakai cacing tanah atau campuran nasi dan dedak yang digumpalkan.

Memancing di tambak jelas beda dengan saat mancing di laut atau di sungai, yang saya rasakan adalah senang dan puas karena dengan cepat dan mudahnya ikan mujaer, ikan emas, dan ikan bader menyangkut di kail kami. Setiap orang pasti berbeda pendapatnya tentang ini, ada yang lebih suka tantangan memancing di laut atau di sungai karena bangga dengan sulit dan lamanya mendapatkan buruan, tapi bagi saya rasa senang ketika mancing adalah saat ikan tersangkut di kail secara instan dan berulang-ulang, karena kami bukan mancing mania, kami hanya ingin gembira ria.

Selepas itu dua hari menu makan di rumah dihiasi kenikmatan dan empuknya daging ikan emas, mujaer dan bader yang diolah dengan mantapnya oleh istri tercinta.

mancing berjama'ah
instan dan berulang-ulang
korban keganasan pancing
korban keganasan bukan mancing mania


Silahkan dibaca juga:

13 komentar:

  1. saya seumur hidup ga pernah mancing :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. ndak percaya blass,...sampean itu malah sering kok mancing-mancing pembaca blog sampean untuk tertawa :)

      Hapus
  2. nek mancing ngajak2 lah mas. aku yo doyan iwak e kok. wkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. kapan-kapan wae, tenan lho ya...tambah seru kalo rame-rame, tapi nunggu dulu aku beli tambak, itu yang di atas tambaknya temenku

      sampean iki omahe ngendi? salam kenal

      Hapus
  3. asyiknya mancing jd pengin ....

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul, benar-benar asyik dan menyenangkan, kalau pengen di Lamongan sini banyak tambak yang sengaja dijadikan tempat memancing dengan tarif sesuai ikan yang didapat, mau? ayo datang berkunjung ke Lamongan :)

      Hapus
  4. Sudah lama saya tidak mancing, dulu waktu kecil sukanya mancing di kali, walau dapatnya kecil-kecil tapi seneng rasanya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. bagi saya mas, kegembiraan dalam memancing bisa menghilangkan suntuk dan penat

      Hapus
  5. Yaa... mancing di tambak.

    ahaha

    iwaknya pucet, malu-malu di poto.

    BalasHapus
    Balasan
    1. bukan pucet karena malu mas, tapi karena takut digoreng :)

      Hapus
  6. Ikanya masih kecil,, di kembalikan lagi sono,,, HAHAHAHAHAHAHa
    Biar gede,, Di pancing lagi dehh

    BalasHapus
    Balasan
    1. ha..ha..haa, Mas Faqih, kemaren itu sebenarnya buruan yang kami dapat lebih dari ini, tapi banyak yang masih lebih kecil, akhirnya dilepas kembali...lha yang kami bawa pulang kata yang punya tambak sudah masuk spesifikasi untuk dipanen..., saya juga ndak paham segede apa syarat untuk dipanen...yang penting gembira ria :)

      Hapus
  7. ikannya banyak juga ya gan, tapi kok bukan mancing mania ??

    BalasHapus

Komentar saja ndak usah bayar, silahkan...monggo