Minggu, 24 Februari 2013

Berboncengan Motor Yang Aman

Boncengan motor yang aman
Setelah acara resepsi pernikahan seorang sahabat di gedung Gelora Samudra Angkatan Laut, Jl. Yos Sudarso, Malang. Perjalanan pulang ke Lamongan ketika masih berada di kawasan Jl. KH. Hasyim Asyari, Malang, tepat di depan mobil saya seorang bapak muda memakai sarung membonceng anak kecil umur sekitar setahunan.

Saya merasa aneh, miris campur dengan rasa takut, namun sepertinya bocah ini menikmati boncengan si bapak yang ditunjukkan dengan tawa-tawa kecilnya.

Mungkin bapak ini sudah tahu seberapa kuat gendongan (tali pengikat) yang dikaitkan ke anaknya dan merasa aman karena sudah memakai helm sehingga dengan pedenya mengendarai motor dengan tangkas dan sedikit ngebut, ...... menurut sebagian besar sampean semua pasti bilang bahwa orang ini egois karena tidak memakaikan helm untuk anaknya.... Kami yang berada di belakangnya cukup berdebar dan was-was merasa kuatir dengan keselamatan mereka.

Pelaksanaan aturan lalu lintas di negeri ini begitu longgar dan selalu dilanggar, berpikir bahwa tidak akan ketemu bapak Polisi di jalan membuat pengendara tidak memakai helm, padahal fungsi utama helm untuk melindungi kepala ketika benturan bukan untuk rasa aman dari tilang aparat.

Pola pikir yang seperti itu harus dirubah, dipahami yang benar bagaimana, kemudian dilaksanakan dan dibiasakan. Kepada aparat juga harus menegakkan peraturan di jalan, jangan segan untuk menilang, tapi awas jangan sampai bermain curang.

Silahkan dibaca juga:

10 komentar:

  1. Bahaya banget, mungkin tidak ada pilihan lain bagi bapak ini.

    BalasHapus
  2. wowww... hhhehe itu bapak harus diajarin cara berkendara yang baik dan benar dulu...

    secara abstrak dari hal seperti diatas udah sangat membahayakan bagi anaknya

    BalasHapus
  3. This is super dangerous though, kok bisa yaa bapakny mikir kyk gitu ?!

    I invite to join my WORLDWIDE GIVEAWAY

    www.coffeecreamandthecaffeine.blogspot.com

    BalasHapus
  4. @ahmad muazim abidin sayang bapaknya ngacir dan ngebut di antara kemacetan lalu lintas, jadi kita ndak sempat ngajarin.

    betul sampeyan itu sangat berbahaya

    BalasHapus
  5. @Coffee Cream and the Caffeine orang kita kebanyakan mikirnya helm bukan alat pengaman kepala, tapi syarat lolos dari pelanggaran

    BalasHapus
  6. kalo saya gak berani mas kaya gitu, jaman adik saya kecil aja mesti ayah saya selalu ngajak saya buat jagain adik di belakang

    BalasHapus
    Balasan
    1. itu juga salah satu cara yang baik mas, dari pada mengambil resiko yang bisa berakibat fatal terhadap keluarga kita

      Hapus
  7. hahahahaha kasian tuhh anaknya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. untung kemaren itu ndak terjadi apa2, kami yang di belakang mereka sangat khawatir

      Hapus

Komentar saja ndak usah bayar, silahkan...monggo